Senin, 21 April 2014

Antara Saya Dengan Dinda


Ada apa dengan Dinda? Dinda siapa? Menjelang libur panjang Paskah kemarin, di media sosial beredar screenshot seorang cewek bernama Dinda. Dinda melontarkan kekesalannya karena harus memberi tempat duduk pada ibu hamil di kereta. Entah siapa temannya di PATH yang iseng menyebarkan screenshot komentarnya sehingga berhujananlah hujatan pada Dinda,

Jujur aja nih, gue juga merasakan hal yang sama dengan Dinda. Gue mengaku, belum bisa berbesar hati setiap pagi dan sore; ketika pulang dan berangkat kerja, memberi tempat duduk untuk wanita hamil. Kalau bus tidak dalam keadaan yang super duper padat, gue sih dengan rela hati memberikan tempat duduk. Apalagi untuk lansia. Tapi kalau bus sedang padat dan memang lagi gak mau memberi tempat duduk, melihat ibu hamil gue langsung was-was. Mau ngasih tempat duduk rasanya gak rela. Gak ngasih kok gak enak juga... Gak mencari-cari alasan kok. Kalau gue sedang gak rela, gue akan tetap duduk sampai ada petugas yang menegur. Atau si ibu hamil itu yang meminta. Kalau gue NYARIS duduk tapi karena ada ibu hamil...ya apa boleh buat... berdirilah gue sampai di tempat tujuan.

Untuk melontarkan kekesalan seperti yang dilakukan Dinda, well...jelaslah gak mungkin. KArena gue sadar, seharusnya gue bisa mengalah. Apalagi kalau kondisi tubuh sedang fit. Tapi, jika gue sedang capek dan egoisnya kumat, maka gue berusaha mencari jalan lain agar bisa tetap duduk.



Okay, mari kita mulai dari awal mengantri. Antrian untuk ibu hamil setahu gue sih, berbeda tempatnya.

Masuk ke dalam busway yang super mini tapi muatan serba maksi itu, bayangin sendiri deh perjuangannya. Ibu hamil? Jelas gak mungkin dong dibiarkan berebutan seperti ini. Apalagi yang membawa anak. Walau yang terakhir ini suka nekat ikutan antri sehingga membuat anak-anak mereka nyaris rata oleh penumpang lain. Kok tega? Penumpang yang antri dibelakang tidak tahu atau tidak mau tahu kalau ada anak-anak ditengah antrian. Mereka akan mendorong sekuat tenaga yang penting bisa masuk kedalam busway. Jadi, setelah remuk di antrian jelas gue mengharap dapat tempat duduk.


Kebetulan, busway yang gue naikin memungkinkan untuk duduk di dekat supir seperti ibu dan anaknya ini. Inilah yang jadi tempat favorit gue kalau busway sedang penuh. Karena JARANG banget ibu hamil yang bakal ngotot minta duduk disini


atau seperti dua cewek ini



Memang baik busway dan kereta telah menyediakan kursi prioritas. Jadi, kalau duduk di tempat tersebut, jelas harus rela berdiri lagi saat ada ibu hamil dan lansia dan yang lainnya yang membutuhkan.Trick yang gue dapatkan dari orang yang merasa senasib dengan Dinda adalah naik ke gerbong kereta untuk umum dan bukan untuk khusus penumpang wanita. Itu untuk yang naik kereta commuter line. Sementara untuk yang naik busway seperti gue, langsung masuk ke area tempat duduk cowok. Hahaha...Ya, para penumpang pria sepertinya sudah pasrah dengan penumpang wanita yang langsung menerobos area mereka. Sementara kalau ada penumpang pria di area wanita, pasti langsung diusir.

Kejadian ini juga membuat gue belajar sekali lagi bahwa mengumbar kekesalan di media sosial bisa menjadi pisau dan bukan pelepas stress. Ingat, setiap kali kita melempar komentar atau pendapat di media sosial maka kita harus siap menerima feedback yang entah setuju atau tidak setuju. Yang akhirnya malah bikin puyeng. JARIMU ADALAH HARIMAUMU di era media sosial seperti sekarang ini.

Ohya, pernah juga gue masuk kedalam busway dan gak dapat tempat duduk... Lalu apa yang terjadi? Di tengah padatnya penumpang yang berdiri tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menawarkan tempat duduk sama gue. Awalnya gue masih sok menolak, karena jarak yang gue tempuh jauuuuh lho... Kasihan juga cewek itu. Eh, dia malah ngotot dan memaksa gue duduk. Di tengah tatapan sirik penumpang lain mendadak gue jadi berpikir. Apakah gue terlihat sebegitu ringkih dan payahnya ya? Kok cewek itu sebegitu ngototnya memberikan tempat duduk?

(dikasih tempat duduk salah, gak dikasih lebih salah lagi kali ya?)


0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box