Jumat, 21 Februari 2014

Ketika Dunia Menyempit



Paling sedih kalau sampai dirawat di rumah sakit . Sudah puyeng sama sakitnya, belum mikirin biayanya yang ternyata gak di cover sama asuransi. Plus, jenuh luar biasa baik untuk si pasien dan orang yang ikut menunggu di rumah sakit.



Begitu masuk ke dalam kamar untuk rawat inap, dunia serasa berhenti disana. Apalagi ketika pasien dalam keadaan yang memang tidak bisa kemana-mana. Gimana mau keluyuran walau masih dalam area rumah sakit ketika ada kateter dan selang infus? Yang menunggu si pasien juga jadi senewen kalau mau keluar beli makanan. Ntar kalau ditinggal ada apa-apa sama pasiennya. Biar KATANYA tinggal pencet bel untuk memanggil perawat, bukan berarti perawat bisa langsung segera datang kan? Apalagi kalau mereka juga harus menangani pasien lain misalnya. Plus, tidak bisa beraktivitas di tempat lain karena gimana pasien yang mesti ditungguin?

Baca buku doooong... Atau main gadget. Percayalah. Setelah seminggu berada di rumah sakit, mau gadget sekeren apa ataupun buku sebagus apapun tidak bisa menghilangkan rasa jenuh tersebut. 


Soal makanan bagaimana? Tergantung penyakit pasiennya sih. Waktu ibu saya dirawat karena diabetes dan asam urat, jelas beliau harus diet ketat. Akibatnya makanannya itu asli hambar gak jelas. Kalau gak inget perut mesti ada isi makanan jelas ogah untuk menghabiskan makanan tersebut. Akhirnya yang dimakan hanya bubur. Yang menunggui si pasien juga males disuruh menghabiskan. Kalau pasiennya tidak punya pantangan makan, yang disuguhkan rasanya masih oke. Tapi menunya itu lagi itu lagi selama berhari-hari. Karena pastinya makanan itu sudah ada ukurannya sendiri untuk masalah gizi bagi si pasien. Jadi setelah dirawat hampir sebulan, dijamin bakal bosen juga.

Belum lagi kalau tidak ada yang menjenguk, gak usahlah ngomong bawa buah tangan. Kalau dalam satu kamar berbarengan dengan pasien lain yang dapat kunjungan banyak orang dan diri sendiri enggak, rasanya pedih banget. Padahal sering orang yang mengujungi pasien yang sakit itu bilang, memangnya kehadiran saya bisa bikin sembuh si pasien? Bikin sembuh sih jelas enggak. Memangnya situ siapa? Tapi mengunjungi itu berarti punya perhatian. Menghubungi via telp atau media sosial sesering mungkin juga bisa bikin seneng si pasien. Sukur-sukur jadi menambah semangat untuk cepat sembuh. Dan merasa ternyata banyak yang masih inget walau tengah terkurung dalam area sempit; dalam kamar rumah sakit.

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box