Rabu, 22 Januari 2014

Rangkaian Berita



Baru saja tahun 2014 menginjak bulan Januari tapi beritanya sudah banyak banget. Diantaranya berita erupsi gunung Sinabung di desa Sigarang Garang Sumatera Utara. Mengungsinya sudah sampai berbulan-bulan, rumah mereka tertutup debu, penduduknya gak bisa bekerja, tidak mendapat penghasilan, padahal hidup berjalan terus. Masih belum jelas kapan para pengungsi ini bisa kembali menjalani hidup seperti biasanya.
Foto diambil dari Kompas



Lalu ada banjir bandang di Manado; yang awalnya gue lihat dari media sosial...rasanya masih gak percaya. Astaga, beneran nih? Manado diterjang banjir bandang? Foto-foto yang beredar di dunia maya menegaskan hal tersebut. Lumpur dimana-mana, ada mobil yang menyangkut di pohon. Sepintas seperti diterjang tsunami.
Foto diambil dari Liputan 6

Itu kejadian di luar pulau Jawa yang mendapat liputan. Gue gak tahu deh kalau ada bencana di suatu tempat yang lolos dari liputan media. Gue sendiri yang tinggal di Jakarta, syukurlah sampai sekarang lolos dari yang namanya banjir. Tapi bukan berarti hidup gue jadi lebih mudah. Perjalanan ke kantor jadi neraka karena sering gak dapat busway. Pas dapat tebengan motor, e buset hujannya deres banget. Hujan yang deras juga membuat malas kemana-mana. Daripada bisa pergi tapi gak bisa pulang? Banjir tidak hanya melanda Jakarta, tapi juga daerah di sekitarnya antara lain: Bekasi.



Bencana datang, ada banyak orang juga yang siap membantu. Tapiiii ada juga yang menggunakan kesempatan ini sebagai wacana untuk eksis. Sampai korban banjir benerannya jengkel dan mengusir orang-orang ini dari area banjir tersebut. Efek punya akun media sosial kayaknya.
Foto diambil dari OkeZone

Tapi kalau menurut gue sih, itu masih jauuuuuh lebih mendingan daripada caleg satu ini yang menggunakan bantuan gratis untuk kepentingannya sendiri. Hadoh. Berita bisa dibaca disini.

Lalu yang mengenaskan berita penyiksaan (LAGI) TKW di HongKong yang dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk kepentingan mereka sendiri. Berita-beritanya bisa dibaca disini dan sini. Sungguh malang nasib TKW ini yang mencari uang untuk kuliah malah jadi disiksa. Rupanya orang kalau sudah memperkerjakan orang lain langsung berasumsi orang tersebut resmi menjadi budak belian. Dan sekarang katanya sudah modern.... 
Foto diambil dari BBC

Dan berita terakhir yang sebenarnya gak penting-penting amat karena sudah terjadi berulang kali adalah tentang ibu Negara Ani Yudhoyono dengan para pengikut akun instagramnya. Sekarang gue mengerti kenapa banyak celebrity dunia yang (JELAS) lebih terkenal malas punya akun media sosial. Memang sih, seperti yang mereka akui akun media sosial adalah salah satu media untuk berbicara dengan penggemar. Tapi juga menjadi tempat bagi mereka yang tidak suka pada artis tersebut untuk bersuara. Kalau memang gak kuat mental membaca celaan, ejekan, hinaan di media sosial mungkin sebaiknya ditutup saja. Atau dibatasin hanya follower yang sudah di approve. Jadi, gak ngomel-ngomel melulu setiap kali ada follower yang bertanya atau tepatnya menyindir. Oh, bukan berarti gue lebih bijaksana dalam menghadapi follower yang rada antik. Gue juga suka ngomel-ngomel sendiri. Tapi gue bukan IBU NEGARA kan? Yang seharusnya (IMHO) bisa lebih bijak dalam menghadapi pertanyaan gak jelas atau hujatan? After all, we can't please everybody.

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box