Minggu, 19 Januari 2014

Lunch at Sailendra




Yang namanya rejeki gak boleh ditolak. Sebelum liburan Natal tahun lalu (astaga, baru beberapa minggu lalu sih. Tapi yang namanya tahun 2013 ya tetap aja dibilangnya tahun lalu ya – GAKPENTING), kantor saya mengadakan acara makan bersama. Dan tempatnya berlokasi di restoran Sailendra di hotel JW MARRIOT. Jaman dahulu kala (10 tahun yang lalu, kurang lebih) saya dan beberapa teman pernah makan siang paket “ALL YOU CAN EAT”. Dulu harganya sekitar Rp. 100.000,0 (kalau tidak salah ingat) dan sekarang harganya sudah mencapai Rp. 300.000,- net. Dapat free flow ice tea jadi tidak perlu khawatir tenggorokan akan kering.

Saya sudah tidak ingat lagi seperti apa makanan di Sailendra. Pastinya yang saya pikirkan bagaimana caranya bisa mencoba semua makanan tanpa membuat perut meledak? Saya tidak pernah berhasil untuk mencicipi semua makanan yang tersaji. Padahal saya sudah mengambil dalam porsi kecil. Mengambil dalam porsi kecil ini setidaknya menghindarkan kita dari membuang makanan begitu saja. Lho, tapi saya kan sudah bayar? Tetap bukan alasan untuk mengambil sebanyak mungkin dan tidak menghabiskannya. Seperti yang banyak terjadi di acara resepsi.


Akhirnya tanggal 20 Desember 2013 kami beramai-ramai dari kantor menyantap makan siang di Sailendra. Pertama saya mengambil sashimi dan sushi yang sayang sekali tidak saya rekomendasikan. BIASA saja. Begitu juga yang lainnya yang saya makan saat itu. Yang paling enak menurut saya adalah Chicken Lemon sehingga sampai diambil dua kali. Saya tidak ingat lagi nama makanan lain yang dimakan saat itu. Yang pasti, saya tidak sempat untuk mencoba kimchi, makanan Indonesia dan makanan India. Untuk Dim Sum saya tidak kebagian dan tidak punya waktu lagi untuk menunggu yang tengah dimasak. Dan tentu saja saya ogah untuk makan mie karena bisa membuat perut yang sudah mulai buncit menjadi meledak lebih cepat.  


Untuk kue dan es krim berhasil membuat saya menyeringai senang kecuali satu. Browniesnya keras sekali! Padahal penampilannya sungguh menggugah hati siapa saja yang memandangnya. Serius. Pastry dari hotel memang jarang mengecewakan. Kalau tidak ingat bahaya diabetes, saya pasti lebih memilih untuk menikmati pastry. 




Kesimpulannya, saya tidak berani deh datang kesini jika menggunakan modal sendiri plus hanya sedikit makanan yang bisa saya rekomen.

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box