Senin, 01 Juli 2013

Media Sosial Lagi

Mau ngomong soal media sosial, lagi nih.

Beberapa waktu lalu seorang kenalan ceritanya menggalau deh di akun media sosialnya. Kebetulan juga gue sedang gak ada kerjaan dan lagi membaca newsfeed dan pandangan mata gue tertumbuk sama status-nya. Langsung deh kumat iseng dan tanya via DM, ada apa? Si kenalan kaget dan tanya kok gue bisa tahu dia lagi ada masalah? Lah, gue bilang elo barusan aja menggalau di akun media sosial. Sudah lupa toh? Akhirnya memang dia bercerita apa masalahnya dan di akhir cerita dia bilang, dia tidak bermaksud mengumumkan ke seluruh dunia tentang masalah ini. Hanya bermaksud menyindir ke orang tertentu yang menyebabkan masalahnya.

Hadeuh, jadi sebenarnya di tujukan hanya ke orang tertentu tapi karena ini media sosial maka yang baca malah orang lain.dan entah berapa banyak orang lagi yang baca. Masing-masing akan punya reaksi sendiri-sendiri. Tapi kurang lebih seperti berikut ini.



Misalnya kita menulis status: ah, indahnya pemandangan gunung bersalju di hadapanku ini. Terima kasih suamiku sayang. Maka reaksinya kurang lebih akan seperti ini:
- Owwwh, pemandangannya bagus banget, Ciyeeeh, hadiah dari suami ya...  (biasanya di tulis di comment)
- Huh! Iye tau, duitnya banyak bisa jalan-jalan melulu (yang ini pasti tidak di tulis di comment kecuali yang menulis adalah selebriti)

Sementara kalau kita menulis seperti ini: Aku telah melakukan yang terbaik. Kalau memang hanya sampai di sini, so be it. Maka reaksinya adalah:
-Ada apaaa? Bisa sincere bisa sekedar kepo (di tulis di comment)
-SUKUUUURIIIIIIN. gak tau masalahnya apa pokoknya sukurin aja. (pastinya gak di tulis di comment)

Gue sendiri gak ngerti kenapa gue sendiri juga suka menggalau di media sosial. Mungkin gue memang mencari-cari perhatian orang lain? Heheheh. Tapi perhatian yang bagaimana dulu? Maunya perhatian yang bisa bikin hati tenang dong dan bukan hati tambah remuk karena komentar gak enak yang masuk.

Tapi kalaupun ada yang terang-terangan berkomentar gak enak; apa lantas harus di follow up dengan perang status di media sosial?

Cara untuk menghadapi perhatian negatif mungkin harus meniru para selebriti nih. Kita tidak mungkin membuat semua orang senang jadi bersiaplah untuk menerima pro dan kontra. Karena begitu kita melempar sesuatu ke media sosial maka artinya sudah siap untuk menerima reaksi yang beragam. Yang jadi repot, kalau kita jadi panas karena ada yang berkomentar tidak enak atau tidak setuju pada apa yang kita lakukan. Terus jadi deh acara saling sindir di media sosial dan memancing lebih banyak orang untuk membaca, berkomentar miring dan untuk jangka waktu yang panjang pula.

Keceplosan ngoceh di media sosial sih apa boleh buat ya... Kadang, jari jemari bekerja lebih cepat seiring dengan emosi dan jreng... Posted di media sosial. Tapi setelah itu, bagaimana cara kita menghadapi. Ribut di media sosial itu gak penting banget lah untuk di lakukan. Semakin kita marah, akan semakin banyak orang yang seneng dan akan semakin sulit bagi kita untuk mengontrol apa yang sebaiknya di lontarkan atau lebih baik simpan di hati.

Kalau sedang galau, mungkin sebaiknya turn off that gadget dan cari pelampiasan lain deh. Makan is very recommended. It works for me... (hahahahhaah, or maybe not)




12 komentar:

  1. Hahaha...gw mendingan tulis di blog ketimbang di fb/twitter. Mungkin karena blog walaupun 'terbuka' tetapi reaksi komentar yang masuk kan jauh lebih lambat dan kalau kita nggak nyebarin biasanya juga nggak banyak yang baca (kecuali memang blognya rame banget sih). Trus blog juga nggak seinstan fb/twitter yang bener2 di detik kita galau di detik itu juga kita negtuit dan beberapa detik kemudian dunia followers/teman juga baca. Heuheuheu... nggak deh, kecuali emang gw sengaja bablasin :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrr. Biar gimana di blog itu komen gak secepat di twitter atau fb . Dan biasanya sih gue memang ada unsur sengaja biar di baca orang kl menggalau di fb ataupun twitter... Jadi sekarang belajar menahan diri dikit dah. Hihihihih

      Hapus
  2. Kalo saya nggak pernah update Fb kecuali buat share link yang menurut saya menarik. Saya punya 2 blog. Saya lebih suka nulis di blog sih. Karena blog nggak kayak Fb atau Twitter. Orang akan baca kalau emang pengen baca, kalo nggak ya nggak akan dibuka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener... kecuali blog-nya selalu rame pengunjung ya.

      Hapus
  3. Aku sudah deg2an kalau ada yg nomention pedes, jangan2 maksudnya aku. Sering juga sebaliknya krn gak kuat nahan perasaan "i have to say something" tp gak ingin buka front. Tp akhir2 ini twitter udah kebanyakan hashtag buzzing,baik profesional maupun sekedar laporan dr TKP lagi ngapain,jadi mumet, mendingan balik lagi ngeblog

    BalasHapus
    Balasan
    1. i knooooow the feeling. udah gatel pengen nulis sesuatu tapi nanti jd buka front. terpaksa nahan diri dan balik ngeblog juga dah

      Hapus
  4. Pada dasarnya butuh tempat menyampah, Mbak :)
    Terlepas akan diperhatikan atau tidak. Kadang orang cuma butuh katarsis dengan ngedumel sendiri di socmed :D

    @ceritaeka

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyeeeh. Sometimes I can't help it. Tapi biasanya org bukan kasian. Malah di ketawa'in :)))))

      Hapus
  5. Iyaa..dakuw kl mo menggalau, mikiir dulu, penting ga yaa? Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. penting gak penting pokoknya tersalurkan :)))))

      Hapus
  6. hihihi kalau ada yg menggalau mulu di sosmed, biasanya cuma comment dari hati : "nih orang desperate amat, gag usah terlalu mendramatisir deh, ada yang lebih menderita dari pada lu"

    ahahahaha... komen yang frontal. untungnya dalam hati.

    kalo saya sih prinsipnya, share yang positip2 aja, supaya aura positipnya bisa menular ke sekeliling kita.

    eh iya, kalo saya lagi galau pengen marah2 sama orang, kayanya saya mau cari boneka manekin yang seluruh badannya kuping semua. biar puas dia dengerin saya ngomel2. ahahahah

    akuratu.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau aku yg jadi korbannya buku harian . Biasanya di tulis dengan penuh emosi sampai kadang kertasnya bolong... hahahah... Tapi abis itu legaaa rasanya dan gak perlu seluruh dunia tahu

      Hapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box