Kamis, 21 Februari 2013

Screen Capture

 Picture taken from here
 
Kebanyakan dari kita pasti sudah terbiasa dengan yang namanya print screen. Jadi tampilan yang ada di layar computer di simpan langsung apa adanya dalam file (biasanya format gambar). Lalu dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, kita mengenal yang namanya screen capture, screen munches, or apalah namanya karena programnya ada bermacam-macam.

Awalnya sih gue seneng banget dengan teknologi ini, karena setiap kali hendak memperlihatkan sesuatu pada temen maka yang harus gue lakukan tinggal cari program tersebut dan click enter lalu jadi deh. Tinggal kirim ke temen tanpa harus repot mengetik ulang.
Itu dulu.

Beberapa waktu lalu seorang kenalan gue tengah ribut dengan anggota keluarganya. Namanya juga lagi kesel kan, acara curhat pun dimulai oleh kenalan gue ini dengan temannya. Sang teman ini kebetulan sudah kenal dekat dengan keluarga kenalan gue itu, jadi tentunya obrolannya bisa nyambung lah… Ternyata oh ternyata, beberapa hari kemudian kenalan gue bercerita kalau temannya itu ternyata menyimpan semua percakapan mereka lewat program Screen Capture tersebut. Dan jreeeeng…memperlihatkannya pada anggota keluarga yang menjadi topic pembicaraan kenalan gue. Gue gak perlu bertanya apa yang terjadi kemudian karena kalau gue punya teman seperti sudah gue tendang jauh-jauh ke neraka.

Kejadian itu membuat gue berpikir betapa ironisnya kehidupan ini.

Dalam pekerjaan, gue lebih memilih berkomunikasi lewat email untuk beberapa alasan. Pertama, jaminan keamanan bagi gue. Seandainya terjadi miskomunikasi setidaknya gue mempunyai bukti bahwa gue nulisnya begini loh. Tentu saja hal ini bisa jadi boomerang bagi gue kalau memang kesalahan tulis berasal dari gue.
Kedua, walaupun pembicaraan untuk urusan pekerjaan di rekam tapi untuk mencari rekaman pembicaraan pada jam sekian tanggal sekian itu urusannya ribet. Lagipula, hanya berkomunikasi via telephone itu lebih gede resikonya dengan yang namanya salah denger atau salah tanggap. Belum lagi masalah perbedaan bahasa sehingga membuat gue lebih suka melakukannya dengan tertulis.

TAPIIII, kalau urusan curhat atau yah a bit of gossiping perhaps gue mesti berhenti kali ya. Okeh, memang bergosip itu gak baik sih… Heheheheh… Ngaku suka kebablasan dengan bergosip. Well, my point is I will never ever going to have a chit chat or gossiping through my handphone or blackberry or anything that can be capture by screen shot programs.Memang betul ya, kita tidak pernah tahu apa isi hati orang yang sebenarnya. Siapa sih yang begitu usilnya menyimpan screen capture semua pembicaraan untuk mengadu domba temen sendiri? Itu benar-benar dibutuhkan niat yang besar banget.

Teknologi itu jika digunakan dengan baik dapat membantu manusia dalam kehidupannya sehari-hari… Digunakan dengan tidak baik…dapat membantu juga sih… Tapi dari sisi yang mana dulu? Karena pastinya akan merugikan orang lain dan sama sekali tidak ada manfaatnya.

Mungkin ini saatnya untuk berhenti menggosippp… (LOOOOHH….)

9 komentar:

  1. ampun deh kalo ada yang jadi pisau bermata dua, nggak bisa dijadikan tempat curhat :D

    BalasHapus
  2. ckckck.. emang ya teknologi itu bisa bermanfaat tapi juga bisa berbahaya, tergantung pemakainya..

    BalasHapus
  3. ih bener banget tuh kak :(
    dipake utk menangkap pembicaraan via mesej, BBM, chat dll :(
    bisa buat ngadu domba antar 2 orang tuh :(

    aku juga ndak sukanya disitu...
    jadi aku rada males curhat di chat BBM ma sembarang teman.
    kapok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrr.... sekarang jadi serem yah :(

      Hapus
  4. kemungkinan sang teman itu punya maksud tertentu, supaya teman yang disakiti ini teralihkan oleh masalah keluarga. niatnya entah dia mau mengambil posisi pekerjaan, atau dia mau ngapain.... pokoknya maksudnya tidak baik sih. -Wei-

    BalasHapus
  5. itu kemungkinan sang teman, punya maksud ga baik, entah dia mau mengalihkan perhatian teman kamu yang disakiti itu dengan masalah keluarganya. kemungkinan niatnya mengenai pekerjaan, hubungan cinta, uang, dan lain... yah teman jaman sekarang, kadang kalau bisa dimanfaatin, ya dimanfaatin sebisa mungkin... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ember.... gak nyangka aja bisa smp segitu culasnya

      Hapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box