Rabu, 05 Desember 2012

Mengapa Mesti Nyolot?

Beberapa waktu lalu gue pernah membahas mengenai dua orang perawat yang jauh berbeda.
Perawat yang satu itu baik banget sehingga pasien dan keluarganya tidak segan-segan meminta tolong dan sebisa mungkin si perawat yang baik ini akan mengusahakannya. Jadi pas Lebaran, banyak deh keluarga pasien yang dengan senang hati membawakan sekadar penganan untuknya.
Sementara perawat yang satu dan juga banyak sih perawat lain yang buset deh, jutek abis! Akibatnya pasien dan keluarganya jadi takut dengan si suster jadi boro-boro deh mau minta tolong.

So, kesimpulan gue orang memang sengaja bersikap jutek agar tidak direpotkan oleh orang lain. Coba kalau tipikal orang yang gak bisa menolak permintaan orang lain, orang tidak akan segan meminta tolong. Dan kalau tidak ingin direpotkan oleh banyak permintaan bantuan mendingan jutek sekalian.

Gue juga merasa orang bersikap jutek sebagai salah satu pernyataan: YOU DON'T WANNA MESS with me. Plus, seperti yang gue bilang sebelumnya. Coba deh, kalau kalian sedang berbelanja dan pelayannya jutek, males gak sih? Akhirnya daripada gondok dijawab dengan judes, mendingan cari tempat lain.
Dalam pekerjaan juga kalau pas apes dapat partner kerja yang jutek atau harus belajar pada senior yang menyebalkan; rasanya capeee deeehh. Plus, ditambah elo harus memaksakan diri bersabar karena kebayang kalau dua-duanya sama-sama keras hati, bagaimana proses kerja itu bisa selesai? Salah satu (YANG WARAS) terpaksa harus mengalah agar suasana bisa (DIHARAPKAN) mencair.

Yang gue masih gak ngerti adalah, mengapa juga orang kalau bertanya itu HARUS DENGAN NYOLOT? Rasanya capek deh menghadapi orang-orang seperti ini. Hey, gue berusaha untuk menjelaskan suatu masalah agar bisa lebih jelas. Kalau elo merasa dirugikan (YANG GUE GAK NGERTI APANYA YANG DIRUGIKAN) bisa gak sih ngomong baik-baik aja? I AM NOT YOUR SERVANT! I AM NOT YOUR LITTLE SIBLING THAT YOU CAN PUSH AROUND! Kalau frustasi sama hidup sendiri jangan melampiaskannya kepada orang lain dengan belagak pinter dan sok tahu lalu menyalahkan seolah karena gue tidak memberitahu elo bakal berada di ambang kematian.

GET A LIFE!

2 komentar:

  1. Kadang-kadang kita tidak tahu perbedaan antara minta tolong dan manja.

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box