Selasa, 30 Oktober 2012

Out of sight out of mind


Beberapa hari yang lalu adalah ulang tahun Om gue yang tinggal di Makassar. Ohya, sebelum gue lanjut pada tahu gak Makassar dimana? Kalau gak tau, cari di google yee! (kenapa gue nanya ini karena seorang petugas kurir pengiriman barang bertanya sama gue, dimana Makassar itu?)

Nah, pas gue dan orangtua lagi ngumpul di kerabatnya bokap jadilah mereka memutuskan menghubungi yang sedang berulang tahun tersebut via telephone. Seperti biasa, bokap langsung menyapa dan memberikan ucapan selamat ulang tahun. Sedang dia masih ingin mengobrol tiba-tiba dia kaget mendapat pertanyaan,"Maaf, ini siapa ya?"


Bokap : "Wah, kamu sudah gak kenal sama saya? Saya khan teman main kamu sejak kecil!"

Dasar si bokap, walau jawabannya gak salah juga sih. Hehehehe, waktu kecil khan mereka memang sering main bareng. Dan setelah berbasa basi pembicaraan pun berakhir. Beberapa menit kemudian telephone berdering dan ternyata si Om yang di Makassar ini menghubungi balik. Dia baru sadar, suara siapa tadi yang menghubunginya. Rame deh pada ketawa abis-abisan. Yah, mau bagaimana lagi mungkin faktor usia juga yang membuat orang lupa. Tapi bisa jadi karena sudah lama gak bersua, jarang juga berbicara lewat telephone hingga akhirnya lupa beneran. Boro-boro inget muka, suara yang biasanya langsung dikenalin aja sampai gak inget juga.

Tentunya sih jaman modern sekarang walau gak selalu bertemu muka, orang masih bisa terhubung satu sama lain karena media sosial. Terkadang, tidak pernah bertemu muka pun bisa saling mengenal karena adanya media sosial seperti Facebook, Twitter dan masih banyak lagi. Konyolnya, orang yang beneran hadir secara fisik malah sering terlupakan karena lebih sibuk dengan sahabat di dunia maya alias di media sosial. Tapi itu cerita lain.

Tidak bisa dibantah bahwa orang membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Walau kehadiran itu hanya berupa sms atau jaman sekarang chit chat lewat berbagai macam perangkat komunikasi, tapi kehadiran itu yang akan diingat. Oh, bbm dari si X datang pas gue lagi bete dan bikin seneng. Padahal orangnya gak bertemu langsung, gak dilihat. Tapi kita melihat perhatian lewat kata-katanya. Dan hal itu cukup membuat orang mengingat akan kebaikan tersebut.

Dan begitu tidak ada kehadiran secara nyata di hadapan kita ataupun kata-kata melalui media sosial dan alat komunikasi lain, maka perlahan namun pasti orang tersebut akan memudar kehadirannya dalam benak kita. Kita akan mulai dengan menghapusnya dari daftar kontak di media sosial hingga berlanjut di nomor dalam list telepon. Walau kalau masih kerabat sendiri sih kemungkinan di hapus total rada gak mungkin ya. Terkecuali terjadi keributan besar. Dan kemungkinan besar yang terjadi adalah terlupakan suara dan wajah... Seperti kejadian antara om dan bokap gue.

1 komentar:

  1. bertemu di dunia maya kadang tidak manusiawi meski menguntungkan dari sisi efisiensi. apa boleh buat, namanya suatu fenomena, pasti ada konsekuensi dan risikonya

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box