Senin, 22 Oktober 2012

Bekerja

Weekend yang baru saja berlalu (pokoknya fun time passed you by quickly) gue ketemuan sama dua orang teman. Kebetulan mereka sudah menikah dan tidak bekerja. Ngobrol punya ngobrol salah satu dari mereka mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sering mendapatkan pandangan yang gimanaaaa gitu dari orang-orang sekitarnya tentang status gak kerjanya ini.

Dan jujur aja sih, gue juga mengalami hal yang sama ketika menganggur sekitar dua tahun kemarin. Nah, biasanya ketika baru pertama kali ketemu setelah menanyakan nama orang akan bertanya."Kerjanya apa?"
Biasanya begitu gue bilang lagi nggak kerja, komentarnya macem-macem. Ada paling cuman ngomong,"Ohhh...." dan melanjutkan ke topik berikutnya. Ada juga yang menaikkan alis dan bertanya,"Memangnya dulu kerja dimana?" Begitu gue memberi informasi dimana tempat kerja gue maka matanya langsung membelalak dan bertanya dengan lebih keras,"Aduh, sayang sekali... Kenapa kamu berhenti...?"



Mending ya kalau cuman ketemu sekali paling tarik napas dalam-dalam dan menjelaskan kenapa oh kenapa gue dulu berhenti. Tapi ada juga orang yang nyinyir. Kenalan bokap gue yang selalu dengan riang gembira menyebarkan ke semua orang kalau gue gak kerja dan mencibir,"Tuh lihat, apa gak sayang sekolah tinggi-tinggi dan sekarang nganggur?" Dia baru diem ketika ada kenalan bokap gue yang lain yang bilang,"Haish, kan terserah dia. Dia yang tahu mesti bagaimana kok situ yang repot!"

Lalu ada juga yang memandang dengan sebelah mata dan langsung berpikir macam-macam. Pasti ini orang males kerja atau bisa jadi mereka menduga kalau sebenarnya gue gak berhenti. Tapi dipecat dengan tidak hormat dari pekerjaan. Atau ada juga yang merasa keuangannya terancam dengan gue tidak bekerja karena khawatir gue akan meminjam duit dan menggantungkan hidup sama mereka. Sehingga orang-orang seperti ini akan dengan cepat langsung menarik diri dari pergaulan dengan gue.

Tapi gue justru malah SENAAANG sekali dengan status gak kerja gue. Karena gue jadi bisa melihat mana temen yang mau dekat dengan gue saat gue lagi terpuruk. Mana yang cuman tau seneng-seneng doang, walau yah bisa dimaklumi sih. Hidup sendiri aja udah banyak masalah ya jadi ngapain melibatkan diri sama orang yang pengangguran?

Apakah kerja itu selalu harus di kantor? Berpakaian rapi dan menenteng-nenteng tas? Bleh, asal tahu saja. Cita-cita gue adalah kerja dari rumah. Yup, gue masih menyimpan cita-cita bekerja di rumah menjadi penulis. Why not? It's my dream. Dan gue masih berusaha mewujudkannya. Bukan karena gue pemalas dan maunya berleha-leha dirumah. Tapi, untuk apa ya merasa perlu menerangkan ke orang lain yang hanya mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang sendiri? Yang bilang gue menjalani hidup kayak masih anak kecil yang bermimpi dan gak tau betapa kerasnya hidup ini. (BATUUUU kali kerassss)

Seperti kata temen gue itu; well gue memang gak kerja tapi gue gak akan menyusahkan orang lain. Tapi ya bagus deh kalau elo berubah menjadi orang lain karena tahu gue gak kerja. Gue jadi tahu yang mana teman dan mana yang hanya untuk bersenang-senang. Ini hidup gue dan bukan hidup elo.

9 komentar:

  1. yups, bekerja tidak selalu harus di kantor. yang saya idealkan malah lebih banyak berdiam di rumah dan bisa mengontrol orang untuk bekerja sesuai keinginan kita. istri saya pun begitu, Mbak. Dia handle urusan sebuah lahan usaha dari jauh, dan hanya mengecek setahun sekali kalo pas mudik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga usahanya berjalan lancar selalu ya walau hanya ditengok setahun sekali

      Hapus
  2. sebagai manusia yang baru lulus dan masih jadi pengangguran, tulisan ini banyak memberi masukan mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya gue masih jadi cewek deh, belum operasi jadi mas (?????)

      Hapus
  3. hehehe, iya yaa.. kalau dipikir2, kita hidup ngga bergantung dari mereka ajaa mereka kaya 'keribetan' githu, haha.. kebayang dhe kalo hidup kita 'disubsidi' ama mereka, yaikss.. bakal lebih 'kejam' lagi omongannya, ahahahahaha :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka bener banget yg iniiiih :)))

      Hapus
    2. Kl smp disubsidi udah bukan komen lg. Tp dipanggang idup2

      Hapus
  4. Nah, gw sebagai pekerja rumahan, haha.. Boleh bangga bilang bahwa kerja dari rumah itu asyik bo'! Beneran, memang merupakan sebuah berkat tersendiri :D Dan karena gw juga udah lama ga perlu berurusan langsung dengan banyak orang, hihi, jadi mmg gw ga begitu terpengaruh sih sama opini kebanyakan orang. Okeilah, gw memang sedikit dari mereka yang sudah pada dasarnya cuek bebek, trus beruntung karena ga kena imbas langsung pendapat org lain :p

    Gw berharap sih suatu saat nanti cita2 loe utk kerja di rumah akan tercapai. Pokoe don't give up :D

    BalasHapus
  5. Amiiiin :) Thanks ya utk support-nya

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box