Jumat, 11 Mei 2012

Simpati



Beberapa hari terakhir ini berita jatuhnya pesawat Sukhoi di area gunung Salak ramai beredar di media.

Turut bersimpati pada keluarga korban yang jadi penumpang atau awak pesawat itu terserah pada kita sendiri. Yang gue gak pernah abis heran karena ada aja orang yang langsung merasa sok tau dan membuat lelucon atas kecelakaan tersebut.

Ada berita yang menyebarkan kalau penumpang masih menyalakan hape di dalam pesawat. Walau hal tersebut telah dibantah oleh perusahaan dimana korban bekerja, tapi hal itu udah keburu tersebar kemana-mana. Dan memancing komentar nyinyir di banyak media online. Padahal kita tahu kebenarannya aja belum pasti tapi sudah usil berkomentar. Kalau bisa sepedas mungkin seolah kita aja yang disiplin di dunia itu. Dalam hal mematikan handphone sih iya, hal lain belum tentu juga kan? Dan kalaupun benar, apa ada gunanya sih diributkan lagi sekarang?

Kedua, kita jangan jadi Olga-olga yang gak lucu deh. Ingat kan pas dia sedang memerankan hantu dan dalam dialognya dia bilang jadi hantu karena mati diperkosa supir angkot? Sama sekali gak lucu dan gak tahu sopan santun. Heran, mulut kayak ember gak ada penjaganya sama sekali. Orang yang bikin lelucon gak lucu mengenai kecelakaan dan musibah itu bener-bener gak punya rasa peduli. Yang menyebarkan, menurut gue pribadi ya sama aja. Kalau dibilang gue gak punya rasa humor ya mungkin juga. Karena gue gak bisa melihat apanya yang lucu dari tragedi yang menewaskan manusia lain.

Ohya, itu sudah jadi pakem para reporter ya untuk bertanya,"Bagaimana perasaannya?"
Hallowww? Menurut elooooo? Apa perlu dijelasin??? Ilmu-nya cetek banget ya sampai gak bisa bertanya yang lebih baik?

Ternyata bersimpati sama orang lain kalau gak ngalamin sendiri: memang susah.

5 komentar:

  1. ya, saya sepakat. saatnya sekarang untuk mendoakan, bukan untuk mencari kambing hitam, menjual penderitaan, ataupun mencari sensasi lainnya.

    BalasHapus
  2. betul, tapi orang sekarang lebih senang menjadi yg pertama mencela, sok tau dan bahkan menyebarkan foto2 (atau yg dikatakan diambil langsung dr tempat kejadian) musibah

    BalasHapus
  3. bener banget ini... salut buat penulis

    BalasHapus
  4. paling sedih kalo dah denger kata kata sar goblok
    kaya pernah tau aja tuh rasanya jadi tim sar kaya apa

    BalasHapus
  5. gitulah... gak ngerti gimana susahnya di lapangan gimana

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter