Senin, 02 April 2012

Are you my Frenemy?


Ketika diajak ikutan membuat cerita fiksi dengan 50,000 kata oleh seorang teman utk #J50K awalnya gue semangat sih. Soalnya udah ada ide cerita di kepala dan pastinya bisa lah gue selesaikan. Ealah, gak taunya tewas dengan sukses karena kebanyakan proyek pribadi lainnya.

But anyway, bukan itu yang mau gue bahas

Judul cerita yang gue gunakan untuk J50K di tahun 2012 ini adalah : FRENEMY.



Kata Frenemy itu gue dapatkan hasil baca-baca dari gossip artis luar negeri. Sering terjadi dua artis yang kelihatannya temenan. Tapi sebenarnya mereka saling tusuk satu sama lain dari belakang. Atau bisa juga salah satunya memang culas dan terus-terus nyinyir pada sahabatnya sendiri. Friend but also enemy...become frenemy.

Frenemy ini jelas lebih berbahaya daripada musuh beneran yang jelas-jelas memperlihatkan rasa tidak sukanya. Musuh beneran bakal terang-terangan menyerang dan karena kita sudah tahu...kita bakal lebih waspada terhadap mereka.

Tapi serangan dari temen sendiri disaat kita lagi vulnerable...itu bener-bener bisa meruntuhkan semangat.

Terkadang kita berbagi keinginan yang paling dalam dari lubuk hati, cita-cita kita, mimpi kita... Betapapun konyolnya itu, kita akan dengan senang hati berbagi ke teman sendiri. Karena apa? Kita tahu teman tidak akan menghakimi betapapun bodohnya keinginan tersebut. Memperingatkan dan menasehati sih mungkin ya, namanya juga temen. masa iya ada yang tega melihat temannya kejeblos di got...tanpa diberi peringatan?

Berbeda dengan seorang frenemy, karena dia tidak bermaksud baik. Dia akan menghakimi kamu dari curhatan yang dibagi kepadanya. Dia akan mengejek mimpi-mimpi kamu dan siap menghancurkannya dengan kata-katanya. Dan ia tidak merasa cukup untuk melakukannya sekali melainkan akan terus diulangi setiap ada kesempatan.

Kita bisa berubah wujud dari seorang teman menjadi frenemy karena banyak hal. Dengki, sok tau, sok merasa benar. dan banyak lagi... Seberapa jauh kita tega menghancurkan mimpi dan harapan dari teman sendiri itulah yang dapat membuat kita bertanya. Apakah sebenarnya kita masih ingin melanjutkan persahabatan atau mungkin selesai sampai disini saja?

1 komentar:

  1. Lebih baik tak punya teman drpd punya frenemy.. Gak guna. :D

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter