Senin, 13 Februari 2012

I will always love you Whitney Houston

 Bener deh kata orang, kita itu suka heboh gak jelas padahal kenal juga enggak... Tapi itulah yang terjadi...

Pas hari Minggu pagi 12 February 2012 denger berita kalau dia meninggal gue sama sepupu langsung super heboh... Sebenarnya kalau dpikir, sodara bukan, temen bukan, tetangga aja bukan... Tapi kok kita heboh bener... Ada alasannya tentu...

Pertama gue dan sepupu tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa dengan mendengar lagu-lagunya Whitney Houston. Kita masih inget dia dengan rambut kriwilnya yang heboh itu. Dan dandanan yang aduh buset kalau diliat lagi sekarang norak abis... Tapi lagu-lagunya enak didengar, meaningful, memorable dan pastinya nohok banget untuk beberapa orang. Apalagi buat yang lagi falling in love sama yang patah hati hingga terperosok ke lubang lumpur paling dalam.



Kedua, setelah dihitung-hitung usia Whitney ketika meninggal ternyata beda-beda tipis dengan gue and sepupu. Jaadilah kita merasa semakin dekaaaaattttt dengan yang namanya well...pemikiran ternyata usia manusia itu beneran gak ada yang tau. Meninggalnya dia secara mendadak itu membuat kita makin nelangsa dan sadar (kok ya gak dari dulu) bahwa kita boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Whitney meninggal ketika tengah bersiap menghadiri Grammy Award 2012.

Jadi, ya gak heran lah kita merasa ikutan sedih dan mulai deh ngubek-ngubek kaset jaman kadal yang berisi lagu-lagunya Whitney Houston. Mengenang kembali ketika dia masih sehat dan terlihat ceria. Mengingat bagaimana penghayatan yang dia lakukan ketika menyanyikan lagu-lagunya sehingga kita turut hanyut ketika mendengarnya. Dan ternyata dengan suaranya yang bagus begitupun perjalanan dia gak gampang juga untuk meraih sukses. Dia sempat nyanyi dari klub malam satu ke yang lainnya. No such things as an overnight success.

So, apapun penyebab meninggalnya di mata gue dan sepupu dia tetap penyanyi yang memang berbakat dan pekerja keras serta humble. Dia gak suka dipanggil Diva (erhm, gak seperti beberapa penyanyi yg gak jelas suaranya tapi bangga bener dipanggil diva - yang manggil juga budeg kali kupingnya). Bahwa kita bisa belajar bahwa ketenaran tidak selalu membahwa bahagia. Dan mungkin juga pelajaran...jangan terlalu cinta 100% sampai buta dan tuli mungkin ya. Well, gue juga gak tau why she loves her husband so much yang katanya abuser dan katanya pula turut berperan sama kebiasaan buruknya dengan obat-obatan terlarang. Benar atau tidak itu mereka yang tahu dan sayang sekali akhirnya dia kalah.

Bye bye Whitney... and like your song, I will always love you and we are going to miss you...

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box