Rabu, 04 Januari 2012

Tolong hentikan!


Gue baru sadar kalau belakangan ini kok gue seperti orang yang punya banyak hutang dan diuber-uber debt collector ya?

Sering gue dipanggil sama Nyokap yang menerima telepon entah dari siapa. Katanya dari Bank ini dan itu, atau perusahaan yang sana...yang semua mengatakan perlu bicara dengan gue. PENTING.

Gak taunya mereka perlu bicara dengan gue karena PENTING untuk menawarkan berbagai macam produk. Entah itu kartu kredit ataupun asuransi yang mana gue sudah gak perlu lagi.



Akibatnya gue langsung menyamaratakan saja semua yang menghubungi gue. Karena mereka semua harus berbicara langsung dengan gue sementara kalau panggilan kerja kayaknya gak gitu-gitu amat deh. Gue inget kok nyokap pernah mencatat alamat kantor yang mesti gue tuju dan pukul berapa gue harus hadir di kantor tersebut.

Tapi yang ini?

Hadeuh, mungkin penting buat mereka untuk menawarkan produk-produknya tapi buat gue sangat mengganggu. Akhirnya gue sampai harus berpesan kepada semua orang di rumah agar jangan mengatakan nomor hape gue kalau misalnya pas gue keluar. Dan kalau gue sedang dirumah jangan bilang gue ada. Jika kebetulan gue sendiri yang menerima telepon tersebut maka gue akan langsung bilang bahwa gue gak dirumah dan ada keperluan apa. Bisa ditebak, mereka tidak mau mengatakannya.

Lama-lama gue pikir kok gue kayak orang yang kabur dari kewajiban membayar tagihan kartu kredit ya. Sampai harus menyamar bahwa ini bukan diri gue sendiri. Atau berpesan agar orang di rumah berbohong mengenai keberadaan gue.

Soalnya buat gue yang tidak membutuhkan penawaran mereka, keharusan untuk mendengar penjelasan panjang lebar mengenai suatu produk benar-benar menjengkelkan. Iya, tahu kalau mereka sudah diajarkan untuk tidak menyerah pada penolakan pertama pelanggan. Tapiiii, kalau memang pelanggannya gak cucok sama produknya apa tidak akan menghabiskan waktu kedua belah pihak???!!

Dan kenapa jadi gue yang mesti kayak orang ngutang jutaan Rupiah ya? Berasa diuber-uber dan mengganggu banget dah!!!

4 komentar:

  1. Yang kadang gua bingung ya, Ri, dari mana mereka dapatin nomor rumah atau bahkan sering juga khan tuh nelpon langsung ke hp buat nawarin kartu kredit dari bank yang bahkan kita ngga pernah buka rekening di sana ataupun apply kartu kreditnyaa..

    BalasHapus
  2. Hihi.... Lo kayak nyokap gw, sampe trauma sama org2 yg maksa2 nawar2in CC atau asuransi atau liburan. Jadi gw lah yang jadi gate keeper, dan gw biasanya bilang, 'sori, ga tertarik', bahkan sebelum dia sempat tarik nafas buat lanjutin promo, wakakakak.... Sejak tel rumah rusak dan ga dibenerin, ga ada gangguan. Alhamdulilah! :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang telepon itu kadang mengganggu sekali

      Hapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box