Kamis, 08 Desember 2011

Udah Tua Jadi Tahu Diri Deh...

Suka dengar gak ucapan kata-kata: udah tua tapi lupa diri...

Hhhkksss, setelah umur gue bertambah buanyaaaak...kata-kata itu lumayan nyelekit...

Suka gue dengar kalau misalnya gue masih tergila-gila sama film-film Korea dan para brondong manis-nya itu... Ada aja yang bilang, gue gak tau diri lupa sama umur... Dan buanyaaaaaaak lagi lainnya... Benar-benar nusuk ke ulu hati... Padahal kayak yang mereka gak jejumpalitan kalau bertemu langsung sama idolanya... Hah!



Itu satu.

Kedua, orang yang sudah berumur dengan angka yang banyak itu (gak usah dibilang lah yauw jumlah angkanya) mestinya juga bersikap dewasa seiring dengan pertambahan umur. Tapi banyak yang kita temui kasusnya tidak seperti itu.
Contohnya? Oh banyak... Ada dua yang baru gue lihat akhir-akhir ini. Seorang yang boleh terbilang senior tapi tidak mampu berbicara dengan sepantasnya di postingannya di internet. Suka merasa lucu terkadang kalau melihat orang-orang seperti ini, yang disetiap kesempatan selalu mengingatkan bahwa ia sudah sepuh dan kudu dihormati. Tapi dengan pengalamannya yang mestinya sudah seabreg itu ia bahkan tidak mampu merangkai kata-kata yang pantes untuk dibaca oleh semua orang.
Contoh kedua, adalah kebiasaan orang Asia pada umumnya yang gila hormat. Gue lebih tinggi posisinya dari elo jadi kudu dihormati. Gue lebih tua dari elo jadi kudu nurut dan jangan macem-macem sama gue. Elo itu masih kecil, pengetahuan elo itu gak ada apa-apanya...
Erhm, ini sama sekali bukan contoh yang baik dalam menunjukkan kedewasaan bersikap. Yakh, teorinya sih berhubung kita yang idup lebih lama seharusnya pengalaman kita juga jadi lebih banyak. Tapi bukan berarti membuat kita jadi sok tahu dan gak bisa menerima masukan dari orang lain. Lalu karena gak terima karena ada junior yang lebih pandai maka beramai-ramailah mereka merendahkan kemampuan si junior ini. Dibimbing supaya gak jadi sombong itu kewajiban yang lebih tua ke yang lebih muda. Itu baru namanya dewasa dan bukan dengan cara mengejek, menyindir, mempermalukan.

Tiga, dewasa itu buat gue mungkin berani menerima resiko dari keputusan yang diambil. jadi kalau sudah mengambil keputusan mau jalan kaki dengan alasan lebih sehat daripada naik ojek, ya jangan ngomel-ngomel kalau tahu-tahu hujan menerpa. Bukankah sebelum memutuskan berjalan kaki itu sudah melihat terlebih dahulu apakah cuacanya mendung atau tidak? Kira-kira keburu gak menghindari hujan kalau berjalan kaki ke tempat tujuan dari tempat kita berada sekarang? Jika semua sudah diperhitungkan dan masih meleset juga dari perkiraan; maunya sih kita bisa tenang menyikapi hal yang melenceng tersebut. Tapi seringnya sih GUE gak bisa... Hahahahah...


Aish, kira-kira gue gak dewasa dalam hal apa lagi ya? Banyak pastinya... Terutama kalau sudah berhadapan dengan sesama penumpang kekanakan lainnya di jalan dalam menggunakan bus...

Hihihihi...

Don't you just miss the younger days when you can do anything and not take responsibility about it?

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box