Selasa, 05 April 2011

Uang yang bikin gelap mata

Lagi super rame di koran mengenai kasus penggelepan (atau pencurian lebih tepat kali ya?) dana nasabah oleh seseorang yang memegang jabatan penting di bank. Jadi setiap kali nasabahnya yang jumlah uangnya gak main-main itu hendak menarik uangnya, si pelaku meminta konfirmasi melalui dirinya. Tentunya supaya dia bisa memperlihatkan jumlah uang yang seharusnya di rekening si nasabah agar mereka tidak curiga. Baru ketahuan ketika seorang nasabah mengambil uangnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada si pelaku sehingga ketahuanlah jumlah uang yang lenyap gak kira-kira.

Kita mungkin akan mikir kok bisa sih si pelaku menggelapkan uang tanpa ketahuan... yah, dari segi teknisnya sih bisa aja. Kalau orang udah kelamaan memegang jabatan disuatu tempat dia akan tahu dimana celah-celah yang memungkinkan dia untuk melakukan kecurangan. Tentunya dia gak mungkin melakukan sendirian karena setiap transaksi itu harus lewat beberapa pihak. So, kayaknya menurut gue dalam kasus yang berkaitan sama uang kagak mungkin tuh yang namanya pelaku tunggal. Harus ada sekelompok orang minimal dua orang deh untuk menjalankan aksinya itu. Teknis lainnya, para nasabah yang duitnya cuman bisa gue bayangin kapan gue punya duit segitu...adalah orang-orang yang sibuk. Dan mereka memang benar-benar sibuk sehingga jika ada orang yang bisa dipercaya untuk melaksanakan kegiatan mereka yang "remeh temeh" atau menyita waktu jelas mereka akan seneng banget. Kalau perlu udah melebihi Asisten Pribadi. Semuanya dikerjakan oleh si pelaku kejahatan yang mungkin tadinya gak niat akhirnya lama-lama jadi tergiur juga.

Gak usahlah mereka yang duitnya buset banget jumlahnya. Coba ingat-ingat, kadang kita kerja dari pagi sampai malam dan gak ada waktu buat ngurusin bikin buku tabungan baru di bank kalau abis, atau transaksi keuangan lainnya yang mungkin gak bisa lewat internet. Ada hal-hal administrasi yang bikin ribet dan kalau ada yang bisa bantu kenapa enggak? Gue sering liat orang nyuruh office boy buat ngambil duit di atm. Tuh, ngambil duit pake ATM! berarti paling enggak dia harus ngasih tau nomor pin kan? Sebegitu dipercayanya kah si office boy ini untuk tidak tergiur mengambil duit ala kadarnya? Kalau sekali dua kali dia juga belum punya keinginan untuk itu. Dan kita pun belumn percaya sepenuhnya sehingga mungkin jika ada kesempatan kita akan mengganti nomor pin kita. Tapi untuk yang seterusnya? Mungkin enggak deh...apalagi kita sudah bisa mempercayai si office boy tersebut dalam kasus yang gue ceritakan ini. Yah, ini cuman contoh dalam hal kecil aja bagaimana kadang kita tuh udah terlalu malas mengerjakan sendiri... Beralasan tidak punya waktu maka kita mulai mencari orang yang bisa dipercaya untuk melakukan hal yang harus nya kita lakukan sendiri...

But then again, gue yakin orang-orang yang punya dana besar itupun pasti selalu ngecek saldo-nya dan mereka pasti jauh lebih teliti... Toh, mereka masih kena juga dikadalin sama si pelaku tersebut. Jadi, apakah kesimpulannya kita tidak boleh terlalu percaya sama orang? Bisa jadi, kalau urusannya dengan uang... Karena memang uang itu bisa menghancurkan apa aja yang terlalu maruk... Persahabatan bisa rusak, dan pastinya hubungan keluarga aja bisa bubar gara-gara si uang ini...

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box