Kamis, 24 Februari 2011

Divorce

Nemu artikel yang menarik di sini dan jadi kepikiran deh.

Gue bukan tipe orang yang berani berterus terang. Oh, untuk beberapa hal ini bukan sifat yang baik sih. Karena gue gak berani blak - blakan pada orang lain gue jadi seneng ngomongin di belakang... Gak bagus kan?

Misalnya gue kesel karena si A minjem kamera gue melulu... Tapi karena temenan sudah lama gue gak enak mau ngomong... Yang bikin kesel bukan karena sering minjem kamera, tapi karena mesti nagih dulu baru deh tuh kamera dibalikin... Padahal mau nagih juga gak enak... Gak ditagih kan kita perlu juga... Ini hanya contoh lhooo...




Ada juga temen yang kerjanya suka menyepelekan atau mengejek... Sebenarnya hal - hal kecil tapi sangat mengganggu jika terus - terusan dilakukan... Mau negur, kok kesannya cengeng banget... Gak ditegur tapi lama - lama bikin jengkel... Karena maunya si temen itu nyadar dong kalau yang diledekin itu gak suka... Akhirnya ya dipendem aja di dalam hati tapi dari tumpukan kecil menjadi bukit... Alias gondok abis... Padahal ini gak sehat...

Masalahnya, kita sudah berteman begitu lama... Melalui susah dan senang bersama... Tapi apakah kita betul - betul tahu mengenai pribadi masing - masing? Atau hanya berasumsi bahwa karena sudah lama bersahabat mestinya si anu tahu tentang saya... Begitu pula sebaliknya si teman berpikir saya tau tentang dia... Padahal kalau tidak dibicarakan langsung ya mana tau...

Punya teman itu memang dapat membuat hidup itu indah... Selalu menyenangkan untuk melakukan sesuatu bersama dengan teman dan tidak perlu bengong sendirian... Tapi apa karena khawatir kehilangan teman maka kita tetap mempertahankan hubungan yang gak sehat? Mungkin ada baiknya memberi jarak untuk sementara waktu seperti gak gaul bareng atau singkat kata menghindari aktifitas bersama. Belum tentu juga aktifitas bersama itu adalah kegemaran bersama juga.

Seperti kata pepatah, jika memang berjodoh walau jarak memisahkan atau tidak bertemu untuk sementara waktu maka persahabatan itu bisa pulih kembali... Yah, mungkin lewat keributan atau kesalahpahaman tapi setidaknya masalah menjadi terbuka dan mudah - mudahan bisa dicari pemecahannya... Tapi jika tidak, then probably divorcing a friend is best thing to do...

5 komentar:

  1. Yg jls hadapilah semua dgn senyuman sob...
    niscaya dunia ini akan terasa indah....
    semua masalah pasti ada jln kluarnya.

    slm knl

    BalasHapus
  2. Lebih baik "menceraikan" teman-teman semacam ini, daripada menderita karena sikap mereka

    BalasHapus
  3. memang bener sih... Tapi terkadang terasa berat karena susah dan senang yang sempet dilalui bersama

    BalasHapus
  4. "kenangan" tidak akan membantu.. krn itu hanyalah masa lalu. yg penting masa depan.. :) si teman itu mungkin sudah berarti banyak utk kita di masa lalu, tapi gak berarti dia musti terus bersama kan. siapa tau utk masa depan ntar ada yg lain lagi :)

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box